Rabu, 16 Juni 2021

Eksekusi vs Narasi

Coach : Mohammad Ramli

Mengapa narasi besar tak juga 
mampu mewujudkan besarnya visi ? 

Sebab tak banyak yang menyadari antara narasi dengan visi yang akan diraih, ada gap yang sangat besar yang menghalagi yang bernama "eksekusi". 

Begitulah kenyataannya, memang benar, narasi itu  indah, berenergi, dipenuhi kata2 motivasi, inspirasi, dan kadang berapi-api, penuh puja puji, ramai tepuk tangan, menggetarkan, mengharukan, menghanyutkan, dan menggerakkan, penuh dengan sorot mata yang memperhatikan, ringan, karena tak butuh otot yang tegang, karena cukup dengan kreatifitas lisan. 

Namun berbeda sekali dengan dunia eksekusi, perlu disadari eksekusi adalah satu2nya jembatan yang akan menghubungkan antara narasi dengan visi atau tujuan yang akan diraih. 

Tak banyak yg menyadari dunia eksekusi jauh berbeda dengan dunia narasi, eksekusi bukanlah narasi, ia dunia yang berbeda. Walau eksekusi sebaiknya 
diawali dengan narasi. 

Eksekusi itu dunia yang sepi, tak banyak yang menghampiri, sunyi puja puji, banyak membutuhkan energi, menuntut sikap menghargai, penuh onak dan duri, kadang hasil tak jelas sampai badanpun mati, caci maki kadang jadi sarapan pagi, pengorbanan yang tak kenal henti, tak terhitung berapa rugi, menusuk hati, menekan diri, dan membutuhkan kesabaran yang super tinggi, karena jalan yang tertatih-tatih. Karenanya tak banyak yang tahan di jalan ini, banyak yang mundur dan berhenti. 

Karena itu kesuksesan organisasi apapun, dilatar belakangi dengan fokusnya mereka pada eksekusi, bukan sekedar narasi. Banyak organisasi besar yg bertumbuh dan suistainable sampai saat ini, tak terkenal, namun mencengkeram bumi, dimana2 mereka punya posisi, dan mendominasi. 

Fokus pada eksekusi artinya kita berada pada posisi yang penuh arti, yang kuat dan membumi, karena tanpa fokus pada eksekusi, narasi hanya sekedar mimpi. 

Namun ingat, eksekusipun bukan sekedar eksekusi, karena eksekusi juga punya aturan sendiri, ia membutuhkan kapasitas ilmu dan kedisiplinan tingkat tinggi, butuh pemaknaan yang membumi, dan butuh skala prioritas yang tinggi. 

Hari ini banyak pelaku organisasi yang berfikir telah melakukan eksekusi, namun sebenarnya mereka bukan sedang mengeksekusi, mereka hanya menjalani, ya menjalani apa yang mereka pahami. 

Karena itu banyak aktifitas organisasi yang behitu banyak, dan kadang bertubi2 namun bertahun2 tak juga meraih mimpi, bahkan banyak yang stagnan dan tak sedikit yang mati. 

Eksekusi perlu study, perlu mengasah gergaji, karena itu belajar tak kenal henti harus menjadi behaviour pribadi dan juga organisasi. 

Selama datang dunia eksekusi.
Selamat menikmati sarapan pagi
Bagi yg tak puasa hari ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar