Pada tahun 2007 saya merantau dari Banda Aceh ke Pontianak....disana saya bertemu guru bisnis dan kehidupan saya yang mengajarkan sebuah filosofi hidup "Jangan merasa pintar, tapi pintarlah merasa"
Kata-kata itu menghujam kuat di sanubari saya...kalau dipersingkat makna dari kata tersebut adalah " TAU DIRI"
Ternyata setelah saya pelajari biografi orang-orang sukses di dunia..mereka yang berhasil menggapai posisi tertinggi memiliki soft skill "TAU DIRI" yang luar biasa, skill ini membuat mereka selalu berhasil meniti buih kehidupan dimanapun dan kapanpun waktunya.
=====
ilmu "TAU DIRI" membuat saya mampu melihat kondisi secara realistis dan memiliki strategy yang tepat untuk mengelola "rasa" agar menjadi pemenang dalam setiap peristiwa😎
Saat menjadi karyawan di Bank Indonesia saya "TAU DIRI" bahwa saya hanyalah staf biasa, sehingga tidak ada pilihan lain untuk bekerja dengan jujur dan taat dengan ketentuan yang ada.
Saat awal-awal merintis bisnis saya bekerja hingga larut malam...bahkan pernah pada saat pembukaan cabang pertama saya hanya tidur 1 jam sehari selama 1 minggu...bahkan saking kecapekan harus diopname di Rumah Sakit....banyak kawan-kawan bertanya...apa bang Haris gak capek kerja keras seperti ini? Jawaban saya : karena saya " TAU DIRI" bahwa saya bukan anak orang kaya, jadi tidak ada pilihan lain untuk merubah nasib selain bekerja keras.
Saat bisnis haritsa sudah berjalan,saya belajar untuk "TAU DIRI" bahwa kemajuan Haritsa Baby & Kids hari ini adalah hasil perjuangan bersama team haritsa...oleh karena itu tidak ada pilihan lain selain membuat mereka yang telah membersamai perjalanan ini semakin sejahtera.
Saat mau ekspansi bisnis...saya "TAU DIRI" bahwa haritsa adalah perusahaan kecil yang belum mampu bersaing dengan retailer besar...sehingga tidak ada pilihan lain untuk menang selain mencari lokasi yang belum ada pemain besar dalam bisnis yang serupa....ternyata "TAU DIRI" ini memberikan sukses yang luar biasa di semua cabang haritsa.
Saya belajar untuk "TAU DIRI" bahwa dibalik perjuangan ini ada doa dari orang tua,istri, anak dan keluarga tercinta....sehingga tidak ada pilihan selain membuat mereka bahagia dengan rezeki yang halal, berkah dan bebas riba.
Lawan dari kata tau diri adalah "LUPA DIRI"....
Tak jarang saya berjumpa dengan karyawan yang susah dapat kerja...tapi setelah dapat pekerjaan dia "LUPA DIRI" sehingga tega melakukan fraud dan pengkhianatan kepada perusahaannya.
Tak jarang saya berjumpa dengan pengusaha yang "LUPA DIRI" sibuk memuji diri...seolah-olah keberhasilan ini hanyalah perjuangan seorang diri...sibuk memperkaya diri...dan lupa kesejahteraan karyawannya.
Tak jarang saya berjumpa dengan tokoh publik yang sibuk mengurus orang lain...tapi dia "LUPA DIRI" mengurus anak, istri dan keluarga.
Tak jarang saya berjumpa dengan motivator yang sibuk memotivasi bisnis orang lain...tapi dia " LUPA DIRI" untuk mengurus bisnisnya sendiri.
Tak jarang saya berjumpa dengan pasangan yang memulai semuanya dari nol....tapi setelah berhasil "LUPA DIRI" dan selingkuh sana sini.
dan akhir cerita dari seseorang yang "LUPA DIRI" adalah kejatuhan ke titik nadir terendah !
Akhirnya....kita semua harus "TAU DIRI" bahwa kita hanyalah Hamba yang diciptakan untuk bertaqwa kepada Allah SWT.
"TAU DIRI" untuk melaksanakan perintahNYA...jangan sampai "LUPA DIRI" sehingga berani melawan laranganNYA
Tulisan ini bukan untuk siapa-siapa...hanya sebagai pengingat diri sendiri agar "TAU DIRI" jangan sampai "LUPA DIRI"
Ketika senang, kita harus membagi hati...
Ketika sedih kita harus menata hati...
Jika ada yg membahayakan, kita harus berhati-hati.
salam,
Muhammad Al Haris
Tidak ada komentar:
Posting Komentar